Pengunjung

KUKAR-XP. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Lencana Facebook

Pengikut

Senin, 24 Desember 2012

Kabel UTP LAN

- Tidak ada komentar

PENJELASAN KABEL UTP (Unshielded Twisted-Pair) LAN
Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik.
Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel berikut.
Kategori
Kegunaan
Category 1 (Cat1)
Kualitas suara analoganeh
Category 2 (Cat2)
Transmisi suara digital hingga 4 megabit per detik
Category 3 (Cat3)
Transmisi data digital hingga 10 megabit per detik
Category 4 (Cat4)
Transmisi data digital hingga 16 megabit per detik
Category 5 (Cat5)
Transmisi data digital hingga 100 megabit per detik
Enhanced Category 5 (Cat5e)
Transmisi data digital hingga 250 megabit per detik
Category 6 (Cat6)

Category 7 (Cat7)





Di antara semua kabel di atas, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e) dan Category 5 (Cat5) merupakan kabel UTP yang paling populer yang banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi.

-          Berikut penjelasan kategori-kategori diatas :

Ø  Kategori 1
Kabel UTP Category 1 (Cat1) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telepon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut.



Ø  Kategori 2
Kabel UTP Category 2 (Cat2) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik. Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini.

Ø  Kategori 3
Kabel UTP Category 3 (Cat3) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseT saja.

Ø  Kategori 4
Kabel UTP Category 4 (Cat4) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.

Ø  Kategori 5
Ø  Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA).
Ø  Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan.


Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable

Kabel straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.

Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA :



Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan antara computer dengan switch
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  4. Menghubungkan switch ke router
  5. Menghubungkan hub ke router
Kabel Cross Over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama.




Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah switch
  3. Menghubungkan 2 buah hub
  4. Menghubungkan switch dengan hub
  5. Menghubungkan komputer dengan router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu :
-          kabel UTP 

-          Connector RJ-45


-          Crimping tools
-          RJ-45 LAN Tester (kabel tester)





Cara Memasang Kabel
  1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutkan kabel.
  1. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
  1. Masukan kabel  yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
  1. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada  konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel (hingga bebunyi “Klik”).
  1. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain.
  2. Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.

Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).



Masalah dan Analisa
-          Masalah           : Lampu LED pada LAN tester tidak menyala.
-          Analisa            : Kabel yang tidak rata atau adanya kabel yang luka.

Minggu, 23 Desember 2012

Membangun Jaringan LAN

- Tidak ada komentar
Artikel kali ini akan membahas tentang cara membangun jaringan LAN. dalam pembuatan jaringan kita akan dikenalkan pada Topologi, Topologi adalah jenis dari pada jaringan komputer, Topologi harus kita pilih dalam pembentukan suatu jaringan komputer, dalam pemilihan Topologi ini kita di hadapkan pada materi Dana keuangan , karena dari berbagai jenis Topologi itu sendiri menentukan Harware jaringan yang berbeda - beda ( diluar PC yang akan dibentuk jaringan ).


sebelum kita membahasa lebih lanjut tentang jaringan komputer, kita akan mengulas dulu satu persatu hardware yang diperluan dalam pembuatan jaringan
  • Kabel jaringan

Kabel jaringan ini berfungsi sebagai media penghubung antar komputer. bisa langsung dari komputer ke komputer atau dari komputer ke Swicth HUB . pemilihan kabel jaringan pun harus hati -0 ati untuk mendapatkan kecepaan transfer data yang cukp cepat. sampai saat ini merk Beldon USA dinilai paling baik dalam transfer data dalam jaringan. merk ini ada 2, Beldon USA dan Beldon Australia, Beldon Austrralia memiliki kecepatan yang sama dengan merk Lokal jd jangan sampai tertipi dengan merk Beldon, hanya saja Beldon USA harganya relatif lebih mahal dari kabel lokal.
ada 2 macam penyusunan kabel UTP pada konektor RJ45

  • Konektor RJ45

adalah hardware yang dipasang pada ujung kabel jaringan yang berfungsi agar kabel dapat dihubungkan pada NIC ataupun Switch HUB. sebenarnya banyak jenis konektor yang dapat digunakan untuk pemasangan suatu jaringan, di sini kita ambil contoh RJ45, yaitu konektor yang akan kita gunakan untuk membentuk jaringan dengan topologi Star. jenis dari konektor ini pun ermacam - macam dari segi kecepatan.

  • Switch HUB / HUB

jika kita hanya memakai 2 PC ( personal Computer ) maka kita dapat langsung menghuhubungkanya melalui media kabel saja tanpa memakai Switch HUB, namun jika ada lebih dari 3 komputer yang akan kita hubungkan maka kita memerluan alat ini untuk dapat menghubungkan semua PC agar dapat terkoneksi dan saling berhubungan. Switch HUB memiliki beberapa jenis, dari kecepatan, jumlah port, dan merk adalah sesuatu yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kecepatan jaringan yang maksimal. semakin banyak PC yang akan kita hubungkan maka akan semakin banyak jumlah Port dalam switch HUB yang kita perlukan

  • NIC ( Network Interface Card )

Adalah hardware yang digunakan untuk memberikan alamat pada tiap PC, umumnya sekarang ini banyak motherboard yang telah dilengkapi dengan NIC sehingga kita tidak perlu susah payah menambahkan NIC external untuk dipasangkan pada PC. akan tetapi pada umumnya hanya untuk konektor jenis RJ45, jarang sekali kita temukan motherboard yang dilengkapi dengan NIC untuk konektor lain seperti BNC,





rangkaian Diatas adalah Beberapa hardware yang diperlukan dalam pembuatan jaringan komputer dengan topologi Star yang akan kita bahas.

sekarang kita akan mulai pembahasan pemasangan jaringan mulai dari instalasi komputer worksatation.
langkah pertama adalah memasang OS ( operating system ) pada setiap Work station, disini kita pakai Windows XP sebagai pembelajaran awal, nanti dapat kita kembangkan pada LINUX atau yang lain.
sebelum melakukan instalasi OS pada PC Workstation pastikan dulu instalasi Hardware pada masing - masing PC. setelah semua OK lakukan instalasi OS dengan benar satu persatu.

jika langkah diatas telah berhasil dilakukan lakukan pemasangan Konektor pada ujung kabel, karena kita, anggap kita memiliki lebih dari 2 PC yang akan kita hubungkan, sehingga bentuk dari pemasangan kabel pada konektor adalah Straight lihat perbedaan pemasangan antara Straight dengan Cross



sideA >> Kabel Straight sideB >> Kabel Crosover



















Dari dua jenis kabel diatas mempunyai fungsi masing - masing
Kabel straight digunakan untuk menghubungkan komputer ke switch HUB
sedangkan kabel Crosover digunakan untuk menghubungkan Komputer ke komputer tidak melalui switch HUB.
warning : perbedaan ada ada susunan peletakan warna kabel.

setelah kita berhasil memasang konektor pada kabel ,sekarang kita pastikan konektor terpasang denga benar, gunakan tester konektor untukmemastikanya,

alat untuk melihat bahwa konektor terpasang dengan benar seperti gambar di samping.

setelah kabel kita ready ( koneknya bagus ), hubungkan semua komputer ke switch HUB dengan media kabel yang telah kita buat tadi. pastikan bahwa Switch HUB pada kondisi ON. langkah terakhir kita lakukan setting ip untuk jaringan, pada masing - masing PC buka Control Panel - Network Connection - pilih local area connection. buka properties pada local area connection maka akan ada tampilan seperti pada gambar ini :


Setelah keluar jendela seperti gambar disamping pilih Internet Protocol ( TCP/IP ), lalu tekan Properties










Setelah muncul jendela berikutnya setting IP seperti pada gambar, berikan IP 192.168.1.2 pada komputer pertama 192.168.1.3 pada komputer ke2 dan seterusnya berurutan, pastikan subnetmask yang terpakai adalah 255.255.255.0 lalu OK.






berikutnya Klik kanan pada MyComputer pilih Properties
pilih dan klik Change untuk merubah ama komputer serta menyamakan Workgroup-nya
maka akan keluar jendela seperti dibawah ini :

Pada komputer pertama berikan nama pada Computer name > komputer1
lakukan berurutan untuk komputer ke2 dan seterusnya

pastikan Tulisan WORKGROUP yang ada pada kotak workgroup, jika bukan maka ganti tulisan dengan WORKGROUP,
lakukan hal yang sama pada semua komputer , dan pemasangan jaringan telah selesai untuk testing apakah komputer telah terkoneksi satu dengan yang lain lakukan test di bawah ini


  • buka start menu pilih Run ketikan cmd dan ok
  • setelah keluar jendela Command berwarna hitam , dari komputer 1 ketikan > ping 192.168.1.3
  • jika keluar replay dari komputer yang memiliki IP 192.168.1.3 maka komputer telah terkoneksi dengan baik
  • lakukan hal yang sama untuk semua komputer pastikan replay dari masing - masing komputer

Jumat, 21 Desember 2012

Jaringan LAN

- Tidak ada komentar

SEJARAH LAN
Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang inigin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS ( Time Sharing System ), Bentuk pertama kali jaringan ( network ) komputer diaplikasikan. Pada sisterm TSS beberapa terminal terhubung secara seri kesebuah host komputer. Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi ( Distributed Processing ). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap komputer.
LAN
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.

  Peer To Peer
Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama.

      Client-Server
client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak.




Ø  HUB
Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI.




Ø  SWITCH
Switch adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan atau penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC.

 


Ø  ROUTER
Router  adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan.
Ø  BRIDGE
Bridge adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan.
Protokol TCP/IP
Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI
IP Address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.


Network ID Host ID
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.


Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.
Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask
A. xxx.0.0.1 s/d xxx.255.255.254 – Defaul subnet mask : 255.0.0.0
B. xxx.xxx.0.1 s/d xxx.xxx.255.254 – Defaul subnet mask : 255.255.0.0
C. xxx.xxx.xxx.1 s/d xxx.xxx.xxx.254 – Defaul subnet mask : 255.255.255.0
IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.
jadi, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.


Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.
1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host
Configuration Protocol atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.



Tipologi Jaringan
Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.



1. Topologi Bus
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.


2. Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.
3. Topologi Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.
Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun LAN tergantung jenis medianya, yaitu menggunakan kabel atau gelombang radio (nirkabel). Jika menggunakan kabel, anda membutuhkan kartu jaringan (ethernet card) yang jumlahnya disesuaikan jumlah PC, kabel UTP (unshielded twisted pair), konektor RJ-45(sepasang untuk setiap PC), switch. Kalau menggunakan gelombang radio, anda membutuhkan sebuah wireless access point dan perangkat nirkabel(berupa kartu jaringan/berupa dongle USB) yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah PC. Untuk membangun LAN menggunakan kabel, anda harus memasang kartu jaringan atau LAN adapter ke setiap perangkat yang akan dihubungkan ke jaringan. Lalu dipasang kabel UTP ke konektor RJ45. Konektor yang satu dihubungkan ke kartu jaringan, sedangkan konektor lainnya dihubungkan ke switch. Cara setting untuk mengkonfigurasi alamat IPnya sebagai berikut : Klik Start*Control panel. Klik kanan Local area Connection dan pilih Properties. Menu yang muncul dalam lembar General, klik 2x Internet Protocol (TCP/IP). Kemudian masukkan alamat IP 192.168.1.41 (untuk komputer pertama) pada baris IP address dan masukkan angka 255.255.255.0 pada bagian subnet mask. Untuk komputer yang kedua, masukkan alamat 192.168.1.42 . Sedangkan untuk komputer yang lainnya masukkan 192.168.1.43, 192.168.1.44 dan seterusnya secara berurutan.
Langkah-langkah membuat jaringan LAN
  • Setting untuk konfigurasi alamat IP dengan cara:
1. Klik satu kali pada control panel.
2. Selanjutnya pada control panel kita klik network and internet conection.


3. Kemudian kita klik network conection.




4. Setelah itu mengatur IP address dengan cara masuk pada local area conection. Lalu klik properties

5. Pilih Internet Protocol pada general. Kemudian pilih properties.

6. Masukkan alamat IP, subnet mask, default gateway, klik OK

7. Ping ke LAN lain dan komputer lain, tetapi LAN 4 tidak dapat ping ke LAN 1, LAN 2, dan LAN 3. Setelah IP Addressnya di ganti LAN 4 bisa ping ke LAN dan komputer lain.



Membuat Workgroup
8. Mengganti nama komputer dan membuat Workgroup, klik Control Panel, klik System and security, klik System, kemudian klik properties, setelah itu klik Change.




9. Connectkan ke Workgroup lainnya (komputer lain)




Ø  Masalah dan analisa
Masalah     : LAN 4 tidak dapat connect ke LAN 1, LAN 2 dan LAN 3.
Analisa      : Karena LAN 4 memakai IP Address yang berbeda dengan LAN lainnya, LAN 1 memakai IP Address 192.168.0.11-16, LAN 2 memakai IP Address 192.168.0.21-26, dan LAN 3 memakai IP Address 192.168.0.31-36. Sedangkan LAN 4 memakai IP Address 192.168.1.41-46. Sehingga tidak dapat berkomunikasi atau mengirim data.