Pengunjung

KUKAR-XP. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Lencana Facebook

Pengikut

Featured Posts

Senin, 11 Februari 2019

Mudah Menyambungkan dan Keluar WhatsApp di Komputer

- Tidak ada komentar
 

WhatsApp pada komputer merupakan tampilan WhatsApp dalam bentuk web, hal ini akan sangat berguna bagi anda yang sering melakukan aktivitas kirim terima data melalui WhatApp, misalnya saja anda mengirim photo, file dalam format PDF atau dokumen lain yang ingin lansung dibuka pada komputer/laptop. Dengan adanya WhatsApp dalam bentuk web ini anda tidak perlu ribet (mindahin dari komputer ke HP) lagi mengirim file atau sebaliknya menerima file yang harus anda simpan dan buka pada komputer.

Nah jika anda tertarik untuk melakukannya, hal ini sangat mudah yang perlu diperhatikan adalah anda harus memiliki WhatsApp pada HP anda, hehe.... (pasti punyalah, kalau ngga ngapain baca artikel jelek kayak gini...!)

Kemudian komputer harus terhubung dengan internet demikian juga dengan HP anda.

OK..! Kalau sudah siap silahkan lanjutkan baca artikel ini.

Mengubungkan WhatsApp dengan Komputer (WhatsApp Desktop)


  • Buka browser (Mozilla, Chrome, dll) di komputer Anda dan ketik web.whatsapp.com
    Mudah Menyambungkan dan Keluar WhatsApp di Komputer
  • Buka juga WhatsApp anda pada HP dan gunakan pemindai QR dari dalam WhatsApp untuk memindai kode QR pada komputer. Caranya:
    •  Buka WhatsApp di telepon Anda.
      • Android: di layar Chat > Menu > WhatsApp Web.
      • iPhone: buka Pengaturan > WhatsApp Web.
      • Windows Phone: buka Menu > WhatsApp Web.
        Buka WhatsApp di Komputer
    • Pindai kode QR pada layar komputer Anda dengan telepon Anda.
      Menyimpan File WhatsApp di Komputer
  • Anda sudah dapat menggunakan WhatsApp pada komputer
    cara menggunakan WhatsApp di laptop

Untuk keluar dari WhatsApp Desktop


  • Buka WhatsApp di telepon Anda > lalu buka Setelan atau Menu.
  • Ketuk pada WhatsApp Web.
  • Ketuk Keluar dari semua komputer.
cara keluar dari WhatsApp laptop
Catatan: Jika Anda tidak dapat memindai kode QR, pastikan bahwa kamera utama pada HP Anda berfungsi dengan benar. Jika kamera tersebut tidak memiliki fungsi auto-fokus, buram, atau rusak, Anda tidak akan dapat memindai kode QR. Karena Saat ini tidak ada cara lain untuk masuk ke WhatsApp di komputer Anda.

Demikiana artikel sederhana kali ini, semoga bermanfaat buat anda. saya sangat berharap anda menyampaikan pengalaman anda melalui kolom komentar di bawah ini,  apakah artikel ini bermanfaat atau tidak.

Referensi
https://faq.whatsapp.com/id/web/28080003/

Rabu, 20 Agustus 2014

VB 2010 - Koneksi Database Access 2007

- Tidak ada komentar
Pada Pembelajaran VB 2010 kali ini adalah tentang Cara Membuat Koneksi Database Access 2007. Pembelajaran ini juga bisa anda gunakan Untuk Database Access 2010 atau 2013 Jika anda ingin membuat Aplikasi berbasis Database dengan VB Net 2010 maka Pembelajaran kali ini adalah sangat penting sekali :)

Berikut langkah-langkahnya
1. Membuat Project Baru VB 2010 dan Menyimpannya
2. Membuat Database Access 2007 , Tabel Barang dan menyimpannya pada Bin / Debug
3. Design Form, Masukan Koding dan Jalankan Program

#1 - Membuat Project Baru VB 2010 dan Menyimpannya
Pastikan anda sudah Install Visual Basic 2010 pada komputer anda,
Klik Start pada Windows
All Programs

Klik Microsoft Visual Studio 2010
Klik File - New - Project
Maka akan muncul :
Masukan Name, Location
Klik OK
Maka akan keluar Form1 (lihat gambar diatas)

#2 - Membuat Database Access 2007 , Tabel Barang dan menyimpannya pada Bin / Debug
Buatlah sebuah database dengan nama : DBBelajarvb.accdb
Buatlah sebuah Tabel dengan Nama : Barang
Berikut Design Tabel Barang :
Jangan lupa, sebagai contoh masukan data ditabel Barang agar nantinya bisa terlihat :)
Setelah selesai, simpan pada folder Bin / Debug

#3 -  Design Form, Masukan Koding dan Jalankan Program
Buatlah sebuah Form seperti gambar dibawah
Design form diatas hanya ditambahkan DataGridView1


Masukan Koding dibawah ini :

Imports System.Data.OleDb
Public Class Form1
Dim Conn As OleDbConnection
Dim da As OleDbDataAdapter
Dim ds As DataSet
Dim LokasiDB As String
Sub Koneksi()
LokasiDB = "Provider=Microsoft.ACE.OLEDB.12.0;Data Source=DBBelajarvb.accdb"
Conn = New OleDbConnection(LokasiDB)
If Conn.State = ConnectionState.Closed Then Conn.Open()
End Sub
Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
Koneksi()
da = New OleDbDataAdapter("Select * from barang", Conn)
ds = New DataSet
ds.Clear()
da.Fill(ds, "Barang")
DataGridView1.DataSource = (ds.Tables("Barang"))
End Sub
End Class
Jalankan Aplikasi anda :)

10 Hal Dasar Belajar Migrasi VB6 Ke VBNET

- Tidak ada komentar
10 Hal Dasar Belajar Migrasi VB6 Ke VBNET
Berdasarkan pengalman saya, berikut ini saya tulis beberapa hal (penting) tentang belajar migrasi vb6 ke vbnet :

1.Index di VBNET selalu mulai dari 0, sedangkan VB6 ada yang dari 1 (contoh : listview.items), jadi jangan kaget klo nanti ada error :
"InvalidArgument=Value of '1' is not valid for 'index'. Parameter name: index"
maka dari itu anda harus mengubah sintak looping untuk additem listview, harus mulai dari 0

2.Jika anda mengubah nama object (rename), maka di VB6 anda harus mengubah ke sintak-nya juga apa
apa yang berkaitan dengan object itu, karena klo tidak anda akan mengalami error :
"Run-time error '424', Object required"
sedangkan di VBNET sekali anda me-rename object (termasuk form) pada jendela property, maka semua sintak yang berhubungan dengan object tersebut akan otomatis berubah/menyesuaikan.

3.Semua object yang mempunyai property Item (contoh listivew,combobox, listvox, dll) di VBNET selalu menggunakan property Item.Add, sedangkan VB6 ada yang Combo1.AddItem, ListView1.ListItems.Add, List1.AddItem , jadi di VBNET sudah sangat seragam dan terstruktur (mudah diingat)

4.Jika anda menggunakan Frame dan ingin menambahkan object2 lain kedalamnya, di VBNET tidak perlu Cut/Copy-Paste object ke frame itu seperti di VB6, cukup drag/seret saja object-nya ke dalam frame

5.Jika di VB6 anda melakukan add form (existing) misalnya dari folder lain (tidak 1 folder dengan project), maka jika anda cut/copy folder project anda dan jalankan di komputer lain atau anda cut/rename folder form yang di-add itu (yang bukan dalam 1 folde project), maka akan error :
"Path Not Found : '...\form_name.frm'--Continua Loading Project ?"
sedangkan di VBNET dia akan mengcopy kedalam 1 folder yang sama, bukan url pathnya melainkan formnya akan dicopy otomatis oleh VBNET kedalam folder project

6.Jika anda ingin me-remove form/module/class dll, di VB6 anda cukup remove saja, tetapi di VBNET ada tiga istilah : Exclude dan Include (bisa di remove dan add kembali dengan mudah) serta Delete (hapus ke Recycle Bin).

7.Ini merupakan kelanjutan dari Nomor 6, Perhatikan sintak VB6 berikut :
Private Sub Command1_Click()
End Sub
jika anda me-rename menjadi object menjadi Command2, maka sintak itu harus diubah menjadi :
Private Sub Command2_Click()
End Sub
sedangkan di VBNET anda harus INGAT Handles, contoh :
Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
End Sub
jika anda me-rename menjadi object menjadi Command2, maka HANDLES akan berubah secara otomatis, tetapi TIDAK nama SUB-nya :
Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
End Sub
Jadi jangan sampai terkecoh ya,,,

8.jika anda ingin memanggil fungsi (contoh) Command1_Click maka si VB6 anda cukup menulis seperti ini:
Call Command1_Click
tetapi di VBNET anda harus menulisnya seperti ini:
Call Button1_Click(Button1, New System.EventArgs)

9.Jika anda add object yang tidak terliat/visible-false seperti (timer,common dialog, menu, dll), di VB6 akan ikut masuk ke form, tetapi di VBNET akan terpisah dengan form sehingga kita tahu mana object yang visible dan tidak (lebih teratur)

10.VBNET menyediakan property .ToString pada semua object/methode/property/variable dari object, sehingga anda akan dengan mudah mengconvert dan mengetahui isi lengkap/detail-nya. contoh:
jika saya mengetik ListView1.ToString, maka hasilnya = "System.Windows.Forms.ListView, Items.Count: 1, Items[0]: ListViewItem: {ID}"
jika saya deklarasi dim nilai As Integer, maka saya bisa kombinasikan dengan string lain dengan cara : "Nilai Ke " + nilai.ToString + " Dari Total" 

11.Jika anda terbiasa dengan sintak SET di VB6, maka di VBNET tidak akan ada. Contoh  : "Set Con = New ADODB.Connection" atau "Set DataGrid1.DataSource = RecBarang" dan sebagainya, maka di VBNET anda tidak usah menggunakan SET, cukup dengan "con = New ADODB.Connection"

12.Jika di VB6 anda meggunakan sintak dibawah ini untuk clear object/textbox, contoh :
Dim iObject As Object
     For Each iObject In Me.Controls
             If TypeOf iObject Is TextBox Then
                iObject.Text = ""
            End If
   Next 
Maka jika di jalakan di VBNET Tidak akan ada masalah JIKA anda tidak menggunakan frame/panel/group/tabcontrol dan container lainnya. Kalau anda menempatkan TextBox itu pada salah satu container, maka textbox itu tidak bersih/clear karena di VBNET tidak mengecek/loop semua object secara global, tapi hanya cek/loop sebatas container-nya saja, jadi contohnya jika anda menempatkan textbox1 di sebuah frame dan textbox2 di panel dan textbox3 di form (langsung) maka sintak clear object nya seperti ini (VBNET) :

        Dim v_container() As Object = {Frame1, Panel1, Me}
        For i As Integer = 0 To v_container.Length - 1
            For Each obj As Object In v_container(i).Controls
                If TypeOf obj Is TextBox Then
                    obj.Text = ""
                End If
            Next
        Next

Selasa, 22 Oktober 2013

Solusi Menampilkan Game Full Screen pada Windows 7 (ATI Radeon)

- Tidak ada komentar
Mungkin ada diantara kita, khususnya para gamers yang biasa memainkan game seperti Stronghold Crussader, Need For Speed (NFS) dan sejenisnya di PC/Laptop dan pernah mengalami situasi bingung bin galau karena game yang dimaini gak bisa tampil full screen (layar penuh) meski gamenya sudah di set full screen. Kasus seperti ini bisanya terjadi pada komputer/laptop yang baru saja di-instal ulang dan pernah saya alami sendiri, namun justru menjadi inspirasi buat saya untuk membuat tulisan ini (meskipun mungkin bukan yang pertama kali). Terdorong rasa ingin berbagi, kali ini saya akan bagi tips problem solving untuk kejadian yang sangat tidak mengenakkan ini (halah!) khusus untuk yang menggunakan VGA (Video Graphics Adapter) ATI Radeon dan sistem operasi (OS) Windows 7. Berikut tutorialnya; Bismillahirrahmaanirrahim

Klik Kanan pada Desktop, lalu klik "Screen Resolution" (1)

Step 01

Selanjutnya akan muncul kotak dialog baru (lihat gambar). Ubah angka resolusi layar (2) dengan cara ubah posisi resolusi recommended (dalam kasus ini 1366 X 768) menjadi resolusi di bawahnya (dalam kasus ini 1360 X 768). Selanjutnya klik "Apply" (3) untuk menyimpan settingan.

Step 02


Klik "Keep changes" (4)

Step 03

Klik kanan kembali pada layar utama (desktop) kemudian pilih "Catalyst Control Center" (5)

Step 04

Pilih "Advance Display Settings" (6)

Step 05

setelah itu pilih "Desktops and Displays" (7)

Step 06

lalu pilih "Properties (Built-in Displays)" (8)

Step 07

setelah mucul daftar menu baru, pilih "Full Screen" (9) kemudian klik "Apply" (10)

Step 08

Bisanya tampilan layar akan menjadi sedikit buram (blur), namun gak perlu khawatir... (hehe). Langkah selanjutnya ulangi kembali seperti langkah pertama dan kembalikan posisi resolusi layar kembali ke resolusi recommended (dalam kasus ini 1366 X 768) (11) lalu klik "Apply" (12) untuk menyimpan pengaturan

 Step 09 

Klik "Keep changes" (13) sebagai konfirmasi penyimpanan pengaturan

Step 10

and mission completed!!!
Coba test dengan membuka game-nya. dan selamat menikmati :)

Kamis, 14 Februari 2013

PERBEDAAN RAM

- Tidak ada komentar

JENIS PERBEDAAN RAM: SDRAM, DDR1, DDR2, DDR3,& SODIMM

SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory) RAM jenis ini memiliki kemampuan setingkat di atas EDO-RAM. Slot memori untuk SD RAM adalah 168 pin. Bentuk SD RAM adalah Dual Inline Memory Modul (DIMM). Memiliki kecepatan di atas 100 MHz. Biasanya masih banyak dipakai untuk Komputer Pentium 2 dan Pentium 3 dan Komputer Pentium 4 generasi pertama ada yang masih menggunakan jenis RAM ini

Contoh gambar SDRAM:
 
Doule Data Rate (DDR) RAM (sering disebut DDR1), dengan data transfer 64 bits, DDR SDRAM menggunakan DIMM 184 pin. DDR SDRAM memberikan transfer rate sebesar : memory bus clock rate x 2 x 64 / 8. Jika frekuensi bus 100 MHz, berarti maksimum kecepatan transfer datanya adalah (100x2x64) /8, yaitu 1600 MB perdetik. Diperuntukan untuk Motherboard Pentium 4 generasi kedua dan selanjutnya.

Contoh gambar RAM DDR1:

  
DDR 2 RAM, Merupakan kelanjutan dari teknologi DDR SDRAM. Diperkenalkan pertama kali pada kwartal kedua tahun 2003, kemudian pada akhir tahun 2004 DDR2 mulai menggantikan standar DDR1. Tidak seperti DDR SDRAM, DDR2 menggunakan DIMM 240 pin, dan tidak kompatibel dengan DDR SDRAM yang menggunakan 184 pin.

Contoh gambar RAM DDR2:
DDR3 RAM, merupakan pengembangan lanjutan dari DDR2, dimana keuntungan utama dari DDR3 adalah memiliki kemampuan transfer data dua kali lebih cepat dari DDR2. DDR3 mengkonsumsi daya 30% lebih hemat dari DDR2, hanya 1.5 V (DDR2 1.8V, DDR1 2.5 V). Pasokan daya 1.5 V, bekerja dengan baik dengan teknologi 90 nanometer.

Contoh gambar RAM DDR3:

SODIMM itu "Small outline Dual Inline Memory Module" sama saja fungsi dan kinerjanya dengan memori PC biasa, ada DDR1, DDR2 dan DDR3 juga, hanya saja memori jenis ini hanya diperuntukan bagi laptop/notebook. Secara fisik dia lebih kecil dari memori PC biasa.

Contoh gambar SODIMM:
Masalah untuk jenis apa itu tergantung dari dukungan colokan memori di motherboard, karena setiap generasi memori memiliki colokan pin memori yang berbeda (DIMM pin), misalnya memori DDR2 tidak bisa di pasang di mobo DDR3, atau sebaliknya. Kalau performa tentu keluaran generasi terakhir yang lebih baik (DDR3)

Selasa, 01 Januari 2013

VB6:Tutorial membuat skin dari gambar

- Tidak ada komentar
Wah dah lama nie gak post tentang VB6 , gk kerasa udah Tahun baru
Happy new year 2013 all.

sekarang kita akan belajar cara membuat skin dari gambar.

OK langsung aja ya gk perlu basa-basi lagi

Bahan:
Visual Basic 6
Gambar yang akan di buat skin

Langkah-langkah nya :

1. Siap kan gambarnya
[-] contoh saya menggunakan gambar naruto

2. buka visual basic 6 nya

3. Pilih Standard EXE
4. Buat Form Baru

[-] Ubah BorderStyle = 0-none
[-] Ubah ShowInTaskbar = True
[-] Buat satu Command_button, ubah caption = Exit
[-] isi kan code berikut, dengan cara klik kanan pada form pilih view code

CODE:
'==================codenya====================
Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

Private Sub Form_Load()

    Me.Top = (Screen.Height - Me.Height) / 2
    Me.Left = (Screen.Width - Me.Width) / 2
    Me.Picture1.Left = 0
    Me.Picture1.Top = 0
    SkinForm Me.Picture1
   
'my blog : kukar-xp.id-fb.com
'contact me : fuad.bhakti21@gmail.com
End Sub

Private Sub Picture1_MouseDown(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
    If Button = vbLeftButton Then
        ReleaseCapture
        SendMessage Me.hwnd, WM_NCLBUTTONDOWN, HTCAPTION, 0
    End If
End Sub

'==================codenya====================
5. buat sebuah PictureBox
[-] Ubah BackColor = Putih (sesuai dengan Backgound gambar anda, misal nya biru ganti dengan warna biru juga)
[-] Ubah BorderStyle =  0-none
[-] Ubah AutoRedraw = True
[-] di Picture = masuk kan gambar anda
[-] Ubah ScaleMode = 3-Pixel

6. Buat 1 Module
[-] isi kan code berikut

CODE:
'===================codenya====================
'move form
Public Declare Function ShellExecute Lib "shell32.dll" Alias "ShellExecuteA" (ByVal hwnd As Long, ByVal lpOperation As String, ByVal lpFile As String, ByVal lpParameters As String, ByVal lpDirectory As String, ByVal nShowCmd As Long) As Long
Public Declare Function SendMessage Lib "user32" Alias "SendMessageA" (ByVal hwnd As Long, ByVal wMsg As Long, ByVal wParam As Long, lParam As Any) As Long
Public Declare Function ReleaseCapture Lib "user32" () As Long
Public Const WM_NCLBUTTONDOWN = &HA1
Public Const HTCAPTION = 2

Sub SkinForm(ByRef ppicSkin As PictureBox)
    Dim objTools    As SkinningTools
    Set objTools = New SkinningTools
    objTools.SkinForm ppicSkin
    Set objTools = Nothing
End Sub
'===================codenya====================
7. setelah itu buat  1 Class Module
[-] Ubah name = SkinningTools
[-] isi kan code berikut
CODE:
'===================codenya====================
Option Explicit

Private Declare Function SetWindowRgn Lib "user32" (ByVal hwnd As Long, ByVal hRgn As Long, ByVal bRedraw As Boolean) As Long
Private Declare Function GetPixel Lib "gdi32" (ByVal hDC As Long, ByVal X As Long, ByVal Y As Long) As Long
Private Declare Function CreateRectRgn Lib "gdi32" (ByVal X1 As Long, ByVal Y1 As Long, ByVal X2 As Long, ByVal Y2 As Long) As Long
Private Declare Function CombineRgn Lib "gdi32" (ByVal hDestRgn As Long, ByVal hSrcRgn1 As Long, ByVal hSrcRgn2 As Long, ByVal nCombineMode As Long) As Long
Private Declare Function DeleteObject Lib "gdi32" (ByVal hObject As Long) As Long

Private Const RGN_OR As Long = 2

Public Sub SkinForm(ByRef Skin As Object)
Dim lngRegion   As Long
    If TypeOf Skin Is PictureBox Then
        lngRegion = MakeRegion(Skin)
        SetRegion Skin.Parent.hwnd, lngRegion
    Else
        Err.Raise 13
    End If
End Sub

Private Function SetRegion(ByVal plnghWnd As Long, ByVal plngWindowRegion As Long)
    SetWindowRgn plnghWnd, plngWindowRegion, True
End Function

Private Function MakeRegion(ByRef ppicSkin As PictureBox) As Long
Dim lngX                As Long
Dim lngY                As Long
Dim lngStartLineX       As Long
Dim lngFullRegion       As Long
Dim lngLineRegion       As Long
Dim lngTransparentColor As Long
Dim blnInFirstRegion    As Boolean
Dim blnInLine           As Boolean
Dim lnghDC              As Long
Dim lngWidth            As Long
Dim lngHeight           As Long
    lnghDC = ppicSkin.hDC
    lngWidth = ppicSkin.ScaleWidth
    lngHeight = ppicSkin.ScaleHeight
    blnInFirstRegion = True
    blnInLine = False
    lngX = 0
    lngY = 0
    lngStartLineX = 0
    lngTransparentColor = GetPixel(lnghDC, 0, 0)
    For lngY = 0 To lngHeight - 1
        For lngX = 0 To lngWidth - 1
            If (GetPixel(lnghDC, lngX, lngY) = lngTransparentColor) Or (lngX = lngWidth) Then
                If blnInLine Then
                    blnInLine = False
                    lngLineRegion = CreateRectRgn(lngStartLineX, lngY, lngX, lngY + 1)
                    If blnInFirstRegion Then
                        lngFullRegion = lngLineRegion
                        blnInFirstRegion = False
                    Else
                        CombineRgn lngFullRegion, lngFullRegion, lngLineRegion, RGN_OR
                        DeleteObject lngLineRegion
                    End If
                End If
            Else
                If Not blnInLine Then
                    blnInLine = True
                    lngStartLineX = lngX
                End If
            End If
        Next lngX
    Next lngY
    MakeRegion = lngFullRegion
End Function
'===================codenya====================
Sekarang Tekan F5


SourceCode : File Size 183 kb
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=SEMOGA BERHASIL-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Senin, 24 Desember 2012

Kabel UTP LAN

- Tidak ada komentar

PENJELASAN KABEL UTP (Unshielded Twisted-Pair) LAN
Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik.
Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel berikut.
Kategori
Kegunaan
Category 1 (Cat1)
Kualitas suara analoganeh
Category 2 (Cat2)
Transmisi suara digital hingga 4 megabit per detik
Category 3 (Cat3)
Transmisi data digital hingga 10 megabit per detik
Category 4 (Cat4)
Transmisi data digital hingga 16 megabit per detik
Category 5 (Cat5)
Transmisi data digital hingga 100 megabit per detik
Enhanced Category 5 (Cat5e)
Transmisi data digital hingga 250 megabit per detik
Category 6 (Cat6)

Category 7 (Cat7)





Di antara semua kabel di atas, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e) dan Category 5 (Cat5) merupakan kabel UTP yang paling populer yang banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi.

-          Berikut penjelasan kategori-kategori diatas :

Ø  Kategori 1
Kabel UTP Category 1 (Cat1) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telepon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut.



Ø  Kategori 2
Kabel UTP Category 2 (Cat2) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik. Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini.

Ø  Kategori 3
Kabel UTP Category 3 (Cat3) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseT saja.

Ø  Kategori 4
Kabel UTP Category 4 (Cat4) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.

Ø  Kategori 5
Ø  Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA).
Ø  Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan.


Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable

Kabel straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.

Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA :



Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan antara computer dengan switch
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  4. Menghubungkan switch ke router
  5. Menghubungkan hub ke router
Kabel Cross Over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama.




Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah switch
  3. Menghubungkan 2 buah hub
  4. Menghubungkan switch dengan hub
  5. Menghubungkan komputer dengan router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu :
-          kabel UTP 

-          Connector RJ-45


-          Crimping tools
-          RJ-45 LAN Tester (kabel tester)





Cara Memasang Kabel
  1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutkan kabel.
  1. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
  1. Masukan kabel  yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
  1. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada  konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel (hingga bebunyi “Klik”).
  1. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain.
  2. Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.

Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).



Masalah dan Analisa
-          Masalah           : Lampu LED pada LAN tester tidak menyala.
-          Analisa            : Kabel yang tidak rata atau adanya kabel yang luka.